Sabtu, 27 Maret 2010

INILAH PESERTA YANG TERPILIH SEBAGAI WAKIL KABUPATEN BARITO UTARA PADA SELEKSI VOKAL GITA BAHANA NUSANTARA KE TINGKAT PROPINSI KALTENG 2010

Menjelang bulan Agustus tahun 2010, Istana Merdeka Republik Indonesia bersiap untuk membuat "choir" atau paduan suara untuk Upacara Detik Detik Proklamasi HUT RI ke 65. Selayaknya PASKIBRA yang diwakili oleh tiap propinsi, Paduan Suara Gita Bahana Nusantara (GBN) Tahun 2010 juga merupakan perwakilan tiap - tiap propinsi. Oleh karenanya, Kabupaten Barito Utara ingin memberikan kontribusi dengan mengirimkan 4 (empat) remaja hasil audisi/seleksi yang dilaksanakan pada hari Minggu 28 Maret 2010. Peserta audisi berasal dari seluruh pemuda dan pemudi berusia 15 s.d 22 tahun. Tahap seleksi adalah menyanyikan salah satu lagu nasional dan dilanjutkan dengan pemahaman notasi serta ambitus suara. Setelah terpilih, 4 (empat) orang yang terdiri dari suara jenis sopran, alto, bass dan tenor akan ikut seleksi Tingkat Propinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 s.d 8 April 2010 di auditorium TVRI Kalteng.

Jumat, 22 Januari 2010

BUDAYA "ITAH" TUMBANG ???

Salam Mitra Seni Budaya Dimanapun Anda Berada !!!

Dimanapun kita berada, kita tidak akan jauh dari seni dan tidak akan lepas dari budaya. Dengan menyapa orang yang kita temui, menggunakan variasi intonasi jawaban, itulah seni. Budaya, kita pasti akan menjawab salam, ikhlas atau tidak, dan itu adalah salah satu jenis budaya timur yang harus kita jaga. Mungkin lekang oleh waktu, adalah perumpamaan budaya Indonesia yang memang mulai pudar oleh keinginan-keinginan manusiawi baik itu bermanfaat atau tidak bagi kehidupan sosiokultural. Bisnis adalah bisnis. Padahal budaya dan seni adalah bisnis yang bisa mendatangkan banyak manfaat. Namun, sinergi antara pelaku seni dan pelaku budaya dengan pengelola seni serta pengelola budaya sangat tergantung dari istilah "lo jual, gua beli" dan istilah "win win solution". Berat memang jika kita harus membuka judul kehidupan daripada si budaya dan si seni itu sendiri. Mereka adalah perihal yang memiliki banyak curriculum vitae, dan mereka adalah tiang penyangga kehidupan masyarakat, walaupun kadangkala dijadikan bisnis semata. Siapa lagi kalau bukan kita yang merawat "mereka" ? Bangsa lain ? (wrrited by Aziz)

Selasa, 22 Desember 2009

LAGU BAKUMPAI MEWAKILI KALTENG TINGKAT NASIONAL DI GEBYAR PERMATA NUSANTARA 2009

Kita harus berbangga sebagai warga Kalimantan pada umumnya dan warga Muara Teweh Kabupaten Barito Utara pada khususnya. Karena pada tanggal 26 Desember 2009 nanti di Sasono Langen Budhoyo akan diadakan Festival Lagu Daerah Tingkat Nasional 2009 "GEBYAR PERMATA NUSANTARA 2009" dan Kabupaten Barito Utara ditunjuk sebagai wakil dari Propinsi Kalimantan Tengah untuk mewakili kegiatan ini. Adalah PUSPO PRISTIWANTORO dan VANY DESYTA WAHYUNI sebagai vokalis duet dan diiringi oleh sanggar Barito Utara (musik dan penari latar). Lagu "Murik Mambua" Ciptaan Bapak Mambo dan "Balada Petak Danum" Ciptaan Bitik Bahe Group akan dibawakan dan ditampilkan pada ajang bergengsi tersebut.
"Barito Utara mendapat nomor undi penampilan 11, dan disana akan diperebutkan 15 kategori dari MENDIKNAS dan MENBUDPAR" ujar PPTK Kegiatan Bapak Denie Sien, SE saat ditemui Tim Disbudparpora Barut di ruang kerjanya, kemarin (senin,21 Desember). "Semoga ini bisa dijadikan acuan bagi seniman seniwati daerah untuk lebih dapat apresiatif melestarikan kebudayaan dan kesenian daerah terutama Dayak" tambah beliau lagi.

Kamis, 29 Oktober 2009

BARITO UTARA MENGIKUTI BATAM TTI EXPO 2009

Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga sebagai mitra bagi para pengrajin ketrampilan rakyat ini mengikuti kegiatan Batam TTI Expo 2009 (Tourism Trade Investment) Expo 2009 di Propinsi Kepulauan Riau tepatnya di Batam Center, Nagoya, Batam. Mulai dari akar-akaran sebagai obat tradisional, rotan yang dibuat sebagai peralatan rumah tangga, dan beberapa rolling pics banner yang menggambarkan keadaan kepariwisataan dan budaya, serta kkain bathik bercorak dayak yang sengaja untuk dipamerkan. Yang paling menarik perhatian selruh pengunjung stand Barito Utara adalah miniatur Rumah Betang (long house). Sesekali membuat para turis asal Singapore dan Autralia ingin berfoto dan berlatar belakang miniatur tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh hampir seluruh propinsi di Indonesia.
Gambar 1.1
Rombongan Tim Barito Utara Sejenak Menunggu Keberangkatan Pesawat Ke Hang Nadim Airport, Batam, Kepri. Tampak dari Kiri Ke Kanan Adalah Izmirham, Aprianti, Mutia dan Puspo. Dibelakang adalah Bapak M. Romansjah Bagan




Gambar 1.2
Tim Sedang Berada Di Lokasi Pameran Untuk Dekorasi Stand Yang Dipimpin Langsung Oleh Bapak Denie Sien (PPTK)



Gambar 1.3
Kesibukan Stand Barito Utara Sesaat Setelah Pembukaan Batam TTI Expo 2009

Selasa, 01 September 2009

PARARAWEN, CANTIK SEBAGAI BUKIT, INDAH SEBAGAI HUTAN

Mungkin ada beberapa gelintir orang diluar Kabupaten Barito Utara. saja yang mengetahui dimana dan apa "Pararawen" itu. Jelasnya, Pararawen adalah sebuah original place untuk wisata. Kondisi alam yang sangat jauh dari CO2 dan residu - residu kendaraan bermotor lainnya membuat objek wisata ini semakin cantik, asri dan menawan. Hutan Lindung Pararawen atau orang juga menyebut Bukit Pararawen, sangat mudah untuk dijangkau. Sekitar 15 menit dari pusat kota. Kita bisa mencapai "nature tourism" ini dengan menggunakan sepeda motor atau mobil. Kemudian dilanjutkan dengan menyebrangi sungai Barito menggunakan "small boat" dan sampailah. Selain geografisnya yang tidak terlalu curam, hiburan sesaat seperti pohon yang berbuah dan monyet - monyet hutan yang sesekali usil menampakan diri, menambah keorisinilan hutan cantik nan lebat ini.

Rabu, 19 Agustus 2009

PASKIBRAKA BARITO UTARA 2009 MEMASUKI KARANTINA

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Kabupaten Barito Utara (PASKIBRAKA) Tahun 2009 memasuki masa karantina sejak tanggal 30 Juli sampai dengan 18 Agustus 2009. Kali ini tidak seperti tahun sebelumnya. Peserta diseleksi dari 6 (enam) kecamatan. Kemudian para peserta dikarantina di Betang Barito Utara untuk menjalani pelatihan terutama dalam hal PBB. Adapun dana yang dianggarkan di APBD T.A 2009 melalui Disbudparpora Kab. Barito Utara digunakan secara maksimal untuk kegiatan tersebut. Mulai dari panitia dan peserta mendapatkan fasilitas berupa baju seragam, sepatu, dan uang saku.